Sabtu, 20 Oktober 2012

Monera BAB 3 kelas 10 sma

-->
Monera

Monera secara bahasa artinya tunggal, Namun, monera memiliki arti lebih spesifik setelah terpisah dari protista, yaitu organisme yang tidak memiliki selubung inti (prokarioteka).

Seiring perkembangan ilmu, klasifikasi Monera berkembang menjadi Archaebacteria dan Eubacteria.

A.   Archaebacteria
Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidogllikan. Kelompok bakteri ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :

1)   Methanogen
Kelompok bakteri yang dapat menghasilkan gas metana dari gas hydrogen dan CO2 atau asam asetat.
Contoh : Methanobacterium.

2)   Halofil
Kelompok bakteri yang dapat hidup pada kadar garam tinggi (20%).
Contoh : Halobacterium.

3)   Thermoasidofil
Kelompok bakteri yang dapat hidup pada suhu tinggi (60-80 0C) dan pH rendah (2-4).
Contoh : Sulfolobus dan Thermoplasma.

B.   Eubacteria
Eubacteria merupakan kelompok bakteri yang dinding selnya mengandung peptidoglikan. Kelompok bakteri ini dibagi menjadi lima kelompok.

1)   Proteobacteria (bakteri ungu)
  • Membrane plasma mengandung klorofil
  • Umumnya memiliki flagel
  • Sebagian besar bersifat anaerob obligat
  • Contoh : Rhizobium, Salmonella, Escherecia coli.
2)   Cyanobacteria (ganggang hijau biru)
  • Memilki pigmen pikosianin
  • Dapat berfotosintesis
  • Tidak memiliki alat gerak
  • Hidup soliter atau berkoloni membentuk benang, lembaran atau bola berongga.
  • Contoh : Spirulina, Oscilatoria, Anabaena azolae.
3)   Chlamydias
  • Hidup sebagai parasit.
  • Contoh : Chlamydias psittaci (penyebab infeksi mata, dan penyakit menular seksual).
4)   Sphirocetes
  • Berbentuk spiroseta (sekrup)
  • Hidup bebas di air, lumpur, atau hidup parasit pada manusia dan hewan.
  • Contoh : Treponema palidum, Leptospira sp.
5)   Bakteri gram positif
  • Memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal pada dinding selnya
  • Sebagian bakteri membentuk endospora (struktur dormansi yang bersifat tahan terhadap panas)
  • Contoh : Bacillus, Clostridium, Actinomycetes, dan Mycoplasma.

C.   Struktur dan Fungsi Sel Bakteri

Struktur dan fungsi dasar pada sel bakteri
1)   Dinding sel
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Dinding sel tersusun atas peptidoglikan.

Berdasarkan ketebalan dinding sel, bakteri dapat dikelompokkan menjadi bakteri gram negative dan bakteri gram positif

Bakteri gram positif
  • Memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal
  • Akan berwarna ungu pada saat pewarnaan gram
  • Contoh: Neiserria gomor heae, Treponema palidum, Vibrio chlerae, Bacillus subtilis.
Bakteri gram negatif
  • Memiliki dinding sel dengan lapisan  peptidoglikan yang tipis
  • Akan berwarna merah muda atau merah pada saat pewarnaan gram.
  • Contoh : Propionibacterium acnes, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, dan Escherechia coli.
2)   Membran plasma
Tersusun dari lapisan fodfolipid dan protein

Berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungan yang selektif (selektif permeable).


3)   Sitoplasma
Merupakan cairan sel
Mengandung DNA, dan ribosom (tempat sintesa protein).

Struktur tambahan
1)   Kapsul atau lapisan lendir (lapisan di luar dinding sel)

  • Bila lapisan tersebut tebal disebut kapsul, dan bila tipis disebut lapisan lendir.
  • Tersusun atas polisakarida dan air
  • Berfungsi membantu sel bakteri melekat pada suatu permukaan atau dengan sel bakteri lain, melindungi  bakteri dari sel-sel fagosit, dan melindungi sel bakteri dari kekeringan.


2)   Flagellum
Tersusun atas protein
Berfungsi sebagai alat gerak bakteri

3)   Mesosom
Terdapat di bawah membran plasma
Berfungsi untuk respirasi sel (penghasil energi)

4)   Klorosom
Mengandung klorofil
Berperan dalam proses fotosintesis

5)   Plasmid
Merupakan DNA ekstra kromosom pada bakteri yang bentuknya  melingkar (sirkuler).

6)   Granula penyimpan
Berfungsi menyimpan cadangan makanan.

7)   Pilus dan Fimbria
Umumnya terdapat pada bakteri gram negatif
Tersusun atas protein

Berfungsi sebagai penghubung saat bakteri melakukan konjugasi, atau sebagai alat pelekat antara satu sel bakteri dengan sel bakteri lain.

Fimbria merupakan struktur sejenis pilus yang lebih pendek.

8)   Vakuola gas
Terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis
Vakuola gas memungkinkan bakteri dapat mengapung ke permukaan air untuk memperoleh cahaya matahari.

9)   Endospora
Merupakan bentuk istirahat dari bakteri gram positif untuk mengatasi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

D.   Pengelompokkan Bakteri

Berdasarkan kemampuan mendapatkan makanan
1)   Bakteri autotrof
Mampu mensitesis senyawa organik dari zat-zat anorganik.

a)    Bakteri fotoautotrof
Mampu mensistesis senyawa organic dari zat-zat anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari.
Contoh : Spirulina, dan Oscilatoria.

b)   Bakteri Kemoautotrof
Mampu mensintesis senyawa organic dari zat-zat anorganik dengan bantuan energi kimia.
Contoh : Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan Nitrobacter (bakteri nitrifikasi).

2)   Bakteri heterotrof
Memanfaatkan senyawa organic dari makhluk hidup lain (parasit) atau sisa makhluk hidup/organisme yang sudah mati (saprofit)
Contoh : Mycobacterium tuberculosa, dan Escherecia coli.

Berdasarkan kebutuhan oksigen
1)   Bakteri aerob
Kelompok bakteri yang memerlukan okisgen bebas untuk hidupnya (untuk keperluan respirasi)
Contoh : bakteri nitrifikasi

2)   Bakteri anaerob
Kelompok bakteri yang tidak memerlukan oksigen bebas untuk hidupnya.

a)    Bakteri anaerob obligat
Hanya dapat hidup jika tidak ada oksigen. Oksigen merupakan racun bagi bakteri anaerob oblligat.
Contoh : Micrococcus denitrificans, Clostridium botulinum, dan Clostridium tetani.

b)   Bakteri anaerob fakultatif
Dapat hidup jika tidak ada oksigen maupun ada oksigen.
Contoh : Escherechia coli dan Lactobacillus.

Berdasarkan bentuk
1)   Batang (bacillus)
a)    Monobasil
Berupa batang tunggal.
Contoh : Escherechia coli dan Propionibacterium acnes.

b)   Diplobasil
Berupa dua batang yang melekat

c)    Streptobasil
Berupa batang yang tersusun seperti rantai.
Contoh : Bacillus anthracis dan Azotobacter.

2)   Bulat (coccus)

a)    Monococcus
Berupa bulatan tunggal.
Contoh : Chlamydia trachomatis.

b)   Diplococcus
Berupa dua bulatan yang melekat.
Contoh : Neisseria gonorrhea dan Diplococcus pneumonia.

c)    Tetracoccus
Berupa empat bulatan.
Contoh : Pediococcus cerevisiae

d)   Sarcina
Berupa delapan bulatan yang membentuk kubus.
Contoh: Thiosarcina rosea.

e)   Streptococcus
Berupa bulatan yang bersusun seperti rantai.
Contoh: Streptococcus mutans.

f)    Stafilococcus
Berupa kumpulan bulatan seperti susunan buah anggur.
Contoh: Staphylococcus aureus.

g)    Lengkung (comma/vibrio)
Bentuk sel seperti koma. Contoh: Vibrio cholera.

h)   Spiral (spirilum)
Bentuk sel bergelombang. Contoh: Thispirillopsis floridana.

i)     Spiroseta
Bentuk sel sperti sekrup. Contoh: Treponema pallidum.

Berdasarkan keberadaan flagel
1)    Monotrik (satu flagel pada salah satu sisi)
2)    Lopotrik (lebih dari satu flagel pada salah satu sisi)
3)    Amfitrik (flagel pada kedua sisi)
4)    Peritrik (flagel pada seluruh sisi tubuh)
5)    Atrik (tidak memiliki flagel)

E.   Reproduksi Bakteri
1)   Reproduksi aseksual
Umumnya bakteri melakukan reproduksi aseksual dengan membelah diri.

2)   Reproduksi seksual
Reproduksi seksual terjadi melalui pertukaran materi genetik baik dengan cara  transformasi, transduksi, dan konjugasi.

a)    Transformasi
Transformasi adalah masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan mengubah sel bakteri.


b)   Transduksi
Transduksi adalah pemindahan materi genetic dari satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya dengan perantara organisme lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).

c)    Konjugasi
Konjugasi adalah pemindahan materi genetic secara langsung melalui pillus.

F.   Peranan Bakteri dalam Kehidupan
1)   Bakteri yang menguntungkan

  • Bakteri pengurai, contoh: Escherechia coli
  • Bakteri penghasil antibiotic, contoh: Streptomyces
  • Bakteri penghasil asam, missal Acetobacter aceti (penghasil asam asetat), dan Propioni bacterium (penghasil asam propionate).
  • Penghasil makanan/minuman fermentasi, contoh: Streptococcus lactis (keju), dan Lactobacilllus bulgaricus (yoghurt).
  • Menguntungkan dalam bidang pertanian, contoh: bakteri pengikat nitrogen bebas (Azotobacter, Clostridium pasteurianum, dan rhzobium leguminosaum), bakteri nitrifikasi (Nitrosococcus, nitrosomonas, dan nitrobacter).


2)   Bakteri yang merugikan

  • Vibrio cholera, penyebab penyakit diare
  • Salmonella typhosa, penyebab penyakit tifus
  • Treponema palidum, penyebab penyakit sifilis
  • Clostridium tetani, penyebab penyakit tetanus
  • Mycobacterium tuberculosa, penyebab penyakit TBC.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar